 Aku bukanlah
orang yang pantas untung menyerah. Banyak waktu sudah yang telah ku sia-siakan.
Masih banyak mimpi yang terselubung embun pagi ini, semakin jauh, semakin tak
terkejar. Jika aku tak segera bangun pagi ini.
Ari, calon
presiden direktur perusahaan roti terbesar di Indonesia, beranjat 2 tahun sudah
dari usia belitanya. 15 menit sudah, dia mencampurkan adonan tepung dan mertega
untuk menghasilkan roti , “leuzaat…….guerich !!” katanya .
Merakit mimpi
sedini mungkin, dan bertarung untuk mewujudkannya. Begitulah seharusnya kita,
bukan ?? Tanpa adanya mimpi yang hadir dalam benakmu ? Kejarlah, bangunlah dari
tidur lelapmu. Kejarlah mimpi mu.
Derasnya
himpitan waktu, sederas itu dia menerjang diri kita. Tanpa dan harus kita
sadari, sudah banyak waktu yang terbuang dari kita hanya untuk ber-“mimpi”.
Berapa detik-kah ? Menit, Jam dan seberapa waktu yang habis untuk anda bermimpi
?? dan berapa waktu terbuang untuk mencapai sebuah impian anda ?
Karena mimpi ini
kita terbangun. Biarlah lelapnya embun pagi, dinginnya matahari, panasnya udara
pagi ini, marilah kita mengejar mimpi ini. Karena kita bukan pemimpi, karena
kita adalah orang yang pantang menyerah. Tak dipungkiri, jika kita pernah
jatuh, karena gagal bukan merenggut mimpi ku. Mimpimu dan mimpi kita semua.
Lihatlah Ari,
mulai-lah dia belajar merangkat, menitih, dan berjalan. Kini dia sudah bisa berlari.
Jas hitam, dasi merah menempel cakep padanya. Kini, 27 tahun sudah dia memeras
keringatnya, demi 7 menit mimpinya.
Bagaimana dengan
Ari yang lain ?? Pasti-pun Kita bisa.
|